5/22/2013

Sepayung Berdua

Pada malam tersuntuk, hujan kembali turun
Bersinggah pada dirimu yang kini menyendu
Matamu cerminan langit, berlinang air
Hasrat dan amarah bertanya pada jenuh;
"Mengapa hujan selalu ku miliki?"
Adalah tangismu sesak nafasku.

Kau berdiri tetap! Jangan bergegas pergi.
Tak aman karena hujan belum berhenti
Ku kan kembali, membawa payung untukmu
Tuk menembus lapis malam yang terbuntu.

Penemuan titik reda, adanya pintu terbuka
Dimana hujan henti
Sendu kau mati
Sepayung berdua 'kan kita temui.

Maret 2013.

No comments:

Post a Comment